Mengetahui Perbedaan Speaker Aktif dan Speaker Pasif Sebelum Anda Membelinya

Sewa Proyektor dan Giant Screen | WA: 0821-7325-8897

Mengetahui Perbedaan Speaker Aktif dan Speaker Pasif Sebelum Anda Membelinya

Speaker | Dalam setiap pagelaran acara, baik acara formal maupun hiburan tentu kita menginginkan kualitas sound yang jernih dan menggelegar bukan? Suara atau sound yang ditimbulkan dapat berasal dari berbagai sumber seperti media proyeksi, orgen tunggal atau alat musik lainnya, MIC, bahkan video player. 

Jika suara yang dihasilkan tidak dapat didengar dengan baik, maka hal ini akan mengganggu kenyamanan baik pihak tamu maupun pihak penyelenggara acara. Oleh karena itu, perlu adanya alat bantu berupa speaker untuk memudahkan audiens atau tamu mendengar apa yang disampaikan dan disajikan oleh penyelenggara acara dengan nyaman.

Speaker merupakan salah satu bagian dari komponen sound system. Speaker atau alat pengeras suara adalah suatu alat yang dapat mengubah keluaran suara dari suatu perangkat tertentu menjadi keluaran suara yang jauh lebih keras, dan lebih jernih. 

Speaker juga banyak kita jumpai bukan hanya pada acara-acara tertentu saja, melainkan speaker juga dapat kita jumpai di rumah-rumah warga sebagai sarana hiburan. Biasanya digunakan untuk mendengarkan musik baik dari perangkat Handphone, VCD player, MP3 player, DVD, bahkan proyektor. Oleh karena itu, sejatinya peralatan elektronik ini sudah bukan alat yang baru lagi khususnya bagi warga Indonesia. 

Pentingnya Speaker sebagai Penunjang Kemeriahan Acara

Dalam acara pernikahan, tentu kita memiliki beberapa rangkaian acara yang terdiri dari pembukaan, inti acara, hingga penutup. Untuk melakukan sambutan dan pranata acara, tentu kita membutuhkan suatu media pengeras suara agar suara lebih mudah didengar oleh para tamu undangan yang hadir. Selain itu, untuk sesi penutup biasanya penyelenggara acara menyuguhkan sebuah hiburan berupa konser musik, tembang jawa (campursari), dan hiburan lainnya. Oleh karena itu, sangat diperlukan alat multimedia yang mendukung agar rangkaian-rangkaian acara tersebut dapat berjalan secara sempurna.

Disinilah keberadaan speaker sangat dibutuhkan. Terlebih jika kita menggunakan peralatan proyeksi seperti proyektor LCD. Proyektor tidak akan bisa mengeluarkan output suara dari perangkat dengan keras (mejangkau seluruh ruangan acara) tanpa bantuan dari sound system khususnya speaker.

Dapat anda bayangkan, bagaimana sebuah acara dapat menjadi meriah tanpa adanya hiburan berupa musik dan pranata cara dari penyelenggara acara (MC) ? sudah pasti acara akan sangat membosankan bukan? Nah, speaker selain berfungsi sebagai alat pengeras suara agar suara dapat didengar oleh tamu undangan, juga berfungsi sebagai penunjang kemeriahan acara tersebut. 

Mengenal 2 Jenis Speaker Beserta Perbedaannya

Sebelum anda memutuskan untuk membeli atau menggunakan sebuah speaker, hendaknya untuk mengetahui jenis dari speaker itu terlebih dahulu. Secara umum, speaker dibagi menjadi 2 jenis yaitu speaker aktif dan speaker pasif. Keduanya memiliki komponen yang berbeda. Meski begitu, baik speaker aktif maupun speaker pasif, keduanya memiliki fungsi utama yang sama yakni sebagai alat pengeras suara. 

  • Speaker Aktif (Active Speaker)

Speaker aktif merupakan sebuah speaker dengan Amplifier didalamnya. Speaker jenis ini memerlukan kabel listrik tambahan guna menghidupkan Amplifier dalam mengeluarkan output suara dengan keras. Jenis speaker ini biasanya menggunakan komponen crossover dimana setiap komponennya akan selalu menggunakan Amplifier untuk setiap band dan daya yang terpisah. 

  • Speaker Pasif (Passive Speaker)

Sedangkan speaker pasif, merupakan jenis speaker yang tidak memiliki Amplifier atau penguat suara, sehingga speaker memerlukan Amplifier tambahan untuk dapat menggerakkannya. Speaker pasif banyak kita jumpai bahkan banyak digunakan oleh pengguna multimedia, namun kurang recommended untuk kebutuhan Home Theatre.

Hal ini dikarenakan speaker jenis pasif akan memakan biaya yang cukup mahal dengan tingkat konsumsi daya yang tinggi pula. Cara kerja dari speaker pasif adalah speaker akan mengirimkan sinyal ke driver loudspeaker secara langsung, dengan menggunakan komponen resistor, kapasitor, dan bahkan induktor. Serta adanya amplifier yang terpisah untuk mengirim sinyal audio ke speaker untuk mengeluarkan suara yang keras. 

Kelebihan dan Kekurangan dari Speaker Aktif dan Speaker Pasif 

Setelah mengetahui pengertian dan cara kerja dari kedua jenis speaker diatas, kita juga perlu mengetahui perbedaan kelebihan dan kekurangan dari speaker aktif dan speaker pasif tersebut. Tujuannya adalah agar kita menjadi lebih bijak dalam menentukan speaker mana yang cocok digunakan sesuai dengan kebutuhan kita. 

Berikut ini kelebihan dan kekurangan dari speaker aktif :

Kelebihan

  1. Speaker aktif tergolong lebih sederhana dibandingkan speaker pasif, hal ini dikarenakan speaker dan powernya berada pada satu tubuh (menjadi satu). Yang mana, antara keduanya telah dicocokkan dengan sangat baik, sehingga hasil suaranya pun juga terdengar sangat baik pula.
  2. Kekuatan power atau daya dan kekuatan speaker yang telah diukur, membuat speaker jenis ini jarang terjadi kerusakan yang disebabkan karena overload. Tentu keawetan ini membuat speaker lebih hemat pengeluaran untuk perawatan dan penggantiannya.
  3. Sebagian dari speaker aktif, telah menggunakan crossover yang mana hal ini berdampak pada pengurangan kebutuhan akan rak tambahan untuk power eksternal. 

Kekurangan

  1. Bobot yang jauh lebih berat daripada speaker pasif. Hal ini disebabkan oleh Amplifier yang berada di dalamnya.
  2. Membutuhkan kabel yang lebih banyak yakni kabel speaker dan kabel power disetiap perangkatnya.
  3. Jika salah satu komponen (kabel power atau kabel speakernya), maka speaker sudah tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Sedangkan untuk kelebihan dan kekurangan dari speaker pasif antara lain :

Kelebihan

  • Bobot yang jauh lebih ringan daripada speaker aktif.
  • Hanya memerlukan satu jenis kabel penghubung saja, yakni kabel speaker yang sekaligus sudah menjadi kabel power.
  • Jika terjadi kerusakan di salah satu komponennya, speaker masih dapat digunakan dan berfungsi sebagaimana mestinya.

Kekurangan

  • Terkesan lebih ribet, karena Amplifier berada terpisah.
  • Adanya resiko penurunan kualitas audio yang lebih besar diakibatkan hantaran dari power ke speaker yang terlalu jauh jaraknya.
  • Speaker ini memerlukan rak tambahan untuk power.
Tips Memilih Speaker yang Berkualitas

Sebelum anda melakukan keputusan pembelian terhadap peralatan media seperti speaker, maka hendaknya anda mengetahui beberapa hal sebagai pertimbangan. Diharapkan, dengan adanya pertimbangan ini anda akan terhindari dari kesalahan dalam pemilihan media yang justru mendatangkan kerugian kepada anda.

Berikut ini beberapa hal yang harus dilakukan sebelum mengambil keputusan pembelian :

  • Kenali kebutuhan anda

Sebelum anda memilih speaker mana yang akan anda ambil, jabarkan terlebih dahulu kebutuhan anda. Apa yang anda butuhkan dari speaker yang akan anda beli. Jika anda menginginkan speaker dengan kualitas suara yang baik, maka anda dapat menggunakan speaker Polytron atau speaker JBL. Namun jika anda menginginkan speaker standar dengan harga yang murah, anda dapat memilih speaker advance dengan spesifikasi standar. 

  • Carilah speaker dengan merk dan track record yang baik

Setelah anda mengetahui kebutuhan pemakaian anda, pilihlah beberapa merk yang memiliki track record yang baik. Jika anda tidak mengetahui detail mengenai speaker, dapat anda tanyakan kepada penjualnya atau orang yang dirasa tahu akan multimedia khususnya speaker. 

  • Lihatlah spesifikasi dan bandingkan dengan kebutuhan anda

Setelah anda memilih beberapa merk, klasifikasikan sesuai dengan spesifikasi yang lebih mendekati kebutuhan anda hingga menemukan yang benar-benar anda inginkan. Bandingkan dengan kebutuhan anda. Adakah spesifikasi yang anda cari yang mana dapat mendatangkan keuntungan bagi anda.

  • Sesuaikan kebutuhan dengan budget anda

Jangan lupa untuk menyesuaikan pembelian dengan kantong anda. Usahakan budget yang anda keluarkan sesuai dengan kemampuan. Bukan hanya harga pembelian saja, anda juga perlu memperhatikan biaya perawatannya juga. Apakah media tersebut memiliki tingkat resiko kerusakan yang tinggi atau tidak. Jika ada resiko kerusakan yang tinggi, akan lebih baik jika anda mencari referensi lain yang dapat menekan biaya perbaikan serta perawatan.

  • Tes terlebih dahulu sebelum terjadi pembayaran

Setelah terjadi kesepakatan (deal) dengan penjual, tes terlebih dahulu sebelum anda benar-benar membayarnya. Pastikan bahwa barang pilihan anda dapat berfungsi sempurna tanpa ada kecacatan operasi atau trouble.

  • Pastikan anda membeli speaker yang memiliki garansi 

Jika anda menjumpai speaker yang tidak memiliki kartu garansi, sebaiknya anda menghindarinya. Carilah speaker yang memiliki garansi dan jaminan keasliannya. Sudah seharusnya, seluruh perangkat multimedia harus memiliki garansi yang menyertainya.

 

No Comments

Add your comment

Open chat